Inilah Toko Barang Antik Populer Di Indonesia

86 / 100

Antikpedia.com – Toko barang antik menjadi tempat utama yang harus di datangi oleh setiap kolektor. Mau berada dimanapun tempatnya. Bagi kolektor pecinta barang antik, harga tidak menjadi persoalan. Soalnya, tidak ada patokan harga yang menentukan kualitas barang antik tersebut. Tidak heran bila harga suatu barang antik bisa mencapai ratusan dan bahkan milyaran rupiah.

Selain di Jakarta memiliki beberapa tempat yang menjadi pusat toko barang antik, ternyata di berbagai tempat di Indonesia juga memiliki tempat-tempat atau toko barang antik lainnya, seperti di Yogyakarta, Semarang, Medan, dan berbagai tempat lainnya.

Bagi sebagian orang mengoleksi barang antik adalah suatu hobi yang mahal. Padahal jika dilihat secara kasat mata, rata-rata barang antik memiliki kondisi yang tak layak pakai dan seharusnya berharga rendah. Tapi ada alasan tersendiri mengapa barang antik memiliki nilai jual tinggi bagi para penggemarnya. Salah satu alasannya adalah karena umurnya yang tua dan sudah tidak diproduksi lagi. Barang antik seperti patung, uang kuno, hingga kamera jadul biasaya hanya berkutat di tangan para kolektor yang rela membayar mahal dan mengeluarkan uang demi hobinya tersebut.
Selain karena sifatnya yang langka, barang antik tersebut dihargai mahal karena memiliki nilai sejarah. Sebut saja sebuah barang yang pernah dipakai oleh tokoh terkenal, walaupun kondisi fisiknya sudah tidak baik lagi, tetap saja diburu dan dihargai mahal. Selain alasan tersebut, barang antik akan dihargai tinggi jika barang tersebut memiliki nilai sejarah dan telah ada sejak jaman purba. Hal inilah yang menjadi daya tarik khususnya untuk para ahli sejarah yang rela membayar mahal barang-barang ini guna mendukung penelitiannya.

Dinasty Art Gallery

Di Medan, terdapat toko barang antik, Dinasty Art Gallery, milik bapak Sapriadi di Jalan Merak Jingga, Medan. Beliau mengungkapkan kategori suatu barang dikatakan sebagai barang antik apabila sudah berusia minimal seratus tahun. Sedangkan barang berusia dibawah seratus tahun, dikenal sebagai barang setengah tua bagi kalangan pedagang barang antik.

-

Barang antik yang berusia ratusan tahun tidak memiliki batasan harga.

Bapak Sapriadi menjelaskan pedagang barang antik bebas membandrol barang antik tersebut. Setelah melalui proses tawar menawar, barulah diketahui harga barang antik tersebut.
“Disitulah seni menjual barang antik tersebut. Kita bebas membuka harganya. Karena, tidak ada patokan harga dalam menjual barang antik ini. Harga terakhir, setelah proses tawar menawar, segitulah harganya,” ujar pak Sapriadi.

Contohnya dengan furniture atau mebel antik. Barang tersebut dapat terjual dengan harga mulai dari harga jutaan. Begitu juga barang-barang peninggalan sejarah misalnya seperti barang-barang peninggalan dari kerajaan China Dinasti Ming, tentu akan di bandrol dengan harga puluhan juta hingga ratusan juta. Jadi bisa di pastikan barang-barang yang terdapat di toko barang antik milik bapak Sapriadi yaitu Dinasty Art Gallery memiliki barang antik yang terpercaya keasliannya.

 

Galeri Oma

-

Di Yogyakarta, terdapat toko barang antik dengan nama Galeri Oma milik Vera Orchidlia yang terletak di Jalan Monumen Jogja. Beliau berkata jika memiliki barang antik, ada baiknya untuk disimpan, sebab mampu mempercantik rumah Anda. Beliau juga menjelaskan, penataan interior ruangan bagi sebagian orang sangatlah penting untuk mempengaruhi kenyamanan saat berada di dalam rumah.

Sama seperti bapak Sapriadi di Medan, mba Vera barang antik yang sering di beli yaitu furniture mabel antik, karena sering digunakan sebagai pajangan atau hiasan rumah. Rata-rata pembelinya adalah oma-oma yang menginginkan rumah bergaya klasik vintage.

 

Galeri Industri Kreatif (Asem Kawak)

Yang terakhir berada di Semarang, berbeda dengan di Medan dan di Yogjakarta. DI semarang ini justru banyak para pedagang barang antik berkumpul di satu tempat yaitu Galeri Industri Kreatif (GIK). Di GIK ini seluruh pedagang barang antik semua daerah semarang berkumpul disini. Para penjual barang antik dan komunitas disini menamakan diri mereka sebagai Asem Kawak atau Antikan Semarang Kawasan Kota Lama.

Di dalam Gedung GIK tampak deretan kios atau toko barang antik terisi penuh dengan berbagai macam koleksi barang antik. Barang-barang vintage tertata rapi disetiap sudut kios yang ditempatkan di balik etalase kaca, digantung dan beberapa barang lainnya ditata memenuhi meja hingga ke lantai.

Barang dijual disana pun beragam mulai dari keramik, pedang, patung, foto lawas, kamera kuno, guci, hingga kaset pita. Setiap pedagang yang berjualan di tempat ini memiliki barang-barang koleksi yang berbeda sesuai dengan kegemarannya. Salah satu penjual di GIK pun mengatakan jika barang dagangannya adalah hasil perburuannya selama bertahun-tahun. Harga yang ditawarkan untuk barang antik berbeda-beda tergantung kualitas dan nilai historis barang. Pointers bisa mendapatkan barang antik mulai dari harga puluhan ribu hingga jutaan rupiah.

 

-

Main Menu