NFT Barang Antik Sebagai Sertifikasi Kepemilikan Digital

77 / 100

Antikpedia.com – Siapa sangka dengan NFT barang antik dapat dijadikan sertifikasi kepemilikan, sejak tahun 2020 nama NFT hangat diperbincangkan hingga di tahun 2022 ini meningkat menjadi Rp 38,5 Triliun dalam 1 bulan terakhir (dikutip dari liputan6). Namun sebelum masuk ke lebih dalam tentang NFT dan barang antik, mari kita bahas kembali lebih dasar sebenarnya apakah NFT itu ?

NFT

Apa Itu NFT ?

NFT merupakan singkatan dari kata dari Non-Fungible Token atau token yang tidak bisa dipertukarkan. NFT Biasanya dipakai untuk menandai kepemilikan dari item-item digital maupun fisik secara unik alias tidak akan pernah sama satu dengan yang lainnya. Setiap NFT nantinya hanya bisa dimiliki oleh satu pemilik resmi karena akan diamankan dan disimpan menggunakan teknologi blockchain. Tidak ada seseorang yang dapat mengubahnya atau menyalinnya sebagai token yang baru. Jadi singkat kata, NFT dapat  dapat dijadikan sertifikasi resmi secara digital yang mana sertifikasi ini tidak dapat duplikasi karena dengan teknologi blokchain sudah menyimpan data kepemilikan dengan baik. lalu apa hubungannya dengan barang antik ?

Barang Antik

Barang Antik

Dikutip dari wikipedia Barang Antik ialah benda menarik yang sudah berusia tua, seperti mebel, senjata, barang seni, maupun perabotan rumah tangga. barang antik yang sudah berusia sangat dan ditemukan oleh seseorang dapat menjadi nilai yang sangat tinggi, apalagi barang tersebut adalah barang yang penting dan tidak dapat dibuat kembali dapat dibukti dengan kondisi fisik barang tersebut, namun di Indonesia ada banyak barang antik yang belum dapat atau belum ada sertifikasi resmi sehingga ketika diperjual belikan kerap kali dipertanyakan keasliannya. Oke, jadi apa itu NFT Barang Antik ?

NFT Barang Antik

NFT Barang Antik

Disinilah peran NFT Barang Antik yang NFT barang antik dipergunakan untuk men sertfifikasi barang antik sehingga barang ini mernjadi resmi dan dapat tercatat secara kepemilikan hingga dipindahkan kepemilikan selanjutnya.

Main Menu